Zig Ziglar: “Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan di dalam hidup ini jika Anda bersedia membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan”.

Seorang anak sedang bermain di halaman rumah. Tiba-tiba ia berlari ke dalam rumah sambil berteriak kepada ibunya, “Ibu…. celaka, aku telah menjatuhkan anak tangga di halaman”

Sang ibu yang sedang asik menonton televisi tanpa menoleh berkata ” Tangga tidak menimpa pot bunga kan ?”

“Tidak bu, pot bunga tidak tertimpa,” jawab si anak.

“Apakah tidak menimpa kurungan ayam,” tanya sang ibu.

“Tidak bu,” jawab si anak.

Sang ibu pun berkata, “kalau begitu, tidak apa-apa kan bisa panggil ayahmu untuk mendirikan tangga itu.”

Sambil menundukkan kepala si anak menjawab, ” Ayah tertindih di tangga itu.”

???

Pusta Hery Kurnia - caring leaders

Ini hanya cerita humor. Tetapi kalau kita mau jujur, seringkali kita bertindak seperti ibu si anak tadi. Mengedepankan kepentingan pribadi sebagai yang utama, serta tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi dengan orang lain.

Saat awal-awal saya kuliah, cara berpikir seperti ini juga pernah saya miliki. Yang penting saya bisa selesaikan tugas saya dengan baik. Masalah rekan saya belum selesai, itu urusan lain, bukan urusan saya. Namun, hal berbeda saya temui di dunia kerja. Hasil kerja kita mulai dilihat sebagai hasil kerja satu tim. Meskipun bagian kita selesai, tetapi kalau bagian rekan yang lain belum beres, pekerjaan kita pun dianggap tidak maksimal. Di titik ini, saya mulai dapat pemahaman baru, kita tidak bisa benar-benar berhasil apabila hanya memikirkan diri sendiri.

Zig Ziglar, seorang pakar motivasi, mengatakan “Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan di dalam hidup ini jika Anda bersedia membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan”. Ziglar menekankan bahwa apabila kita ingin berhasil, kita tidak mungkin bekerja sendiri. Kita perlu bantuan orang lain. Kita perlu bekerjasama dengan orang lain untuk melakukan hal besar yang ingin kita kejar. Saat kerjasama pun, tentunya kita tidak ingin orang bekerja asal-asalan. Asal selesai, asal dikerjakan. Tentunya kita mau mereka memberikan yang terbaik, kualitas nomor satu, sepenuh hati.

Supaya orang yang bekerja untuk kita bisa semangat, salah satunya kita harus memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka cari. Kita perlu memikirkan, bagaimana motivasi / dorongan utama mereka bisa terwujud. Masing-masing orang memiliki motivasi yang berbeda. Mungkin ada orang di sekitar Anda yang mau memberikan yang terbaik karena alasan finansial, rasa tanggung jawab, relasi, atau mungkin hanya ingin membantu Anda. Kita harus benar-benar mengetahui motivasi utama ini dan membantu mereka mencapainya lewat bekerja dalam tim kita.

John Maxwell mengatakan “orang tidak peduli seberapa banyak Anda tau, sampai mereka tau seberapa Anda peduli terhadap mereka”. Sudah bukan saatnya lagi Anda hanya melihat apa yang penting bagi Anda dan menutup mata terhadap orang di sekitar Anda. Kalau Anda ingin berhasil, bantu orang di sekitar Anda untuk berhasil juga.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Leave a Comment