Success is Never Final

Malam ini tim Dale Carnegie Training Indonesia mengadakan rapat tahunan nasional. Seperti biasa, salah satu yang dibahas adalah pencapaian target masing-masing kota. Ada satu hal menarik yang terjadi di setiap meeting tahunan seperti ini. Tim manapun yang mencapai target, pasti akan datang ke meeting dengan perasaan bangga, senang, penuh kemenangan. Ekspresi mereka menunjukkan rasa tenang dan puas sudah berjuang dan berhasil menunjukkan kinerja yang diharapkan. Tetapi, di akhir meeting, ekspresi tersebut seolah mulai luntur, digantikan oleh perasaan was-was, siaga, ragu-ragu, campur aduk lebih tepatnya. Mereka tidak tau harus merasa optimis atau ragu-ragu, saat target untuk periode berikutnya ditentukan. Lebih lagi, mereka harus segera menyesuaikan diri, dari mode “merayakan kemenangan” menjadi mode “bersiap untuk peperangan berikutnya”. Ya, dalam waktu singkat, mereka dihadapkan pada situasi “saatnya berjuang kembali”.

Pusta Hery Kurnia - Success is never final

John Wooden, pelatih basket legendaris Amerika, mengatakan “success is never final”. Kesuksesan itu tidak pernah ada ujungnya. Setiap saat dalam hidup kita, kita selalu berjuang untuk berhasil dalam tahapan tertentu. Dalam perjuangan tersebut, kita melakukan banyak usaha untuk menghadapi berbagai tantangan. Seringkali kita berpikir “Semoga semua ini bisa cepat selesai… Ini adalah sasaran paling penting dalam hidup saya. Kalau ini berhasil saya akan merasa sangat tenang…” atau “Ini adalah perjuangan terakhir yang perlu saya selesaikan…”. Ini adalah harapan yang kita miliki. Sayangnya, kehidupan tidak berjalan demikian. Setiap kali kita menyelesaikan satu hal tertentu, setiap kali kita berhasil dalam tahapan tertentu, selalu saja ada tantangan baru yang muncul yang perlu kita selesaikan lagi. Tantangan baru ini selalu ada menghadang sampai akhirnya waktu kita habis di dunia. Kesuksesan benar-benar tidak ada ujungnya. Success is never final.

Sekarang, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana agar kita tetap termotivasi, tetap semangat, tetap mampu terus berjuang sampai mencapai kesuksesan di level yang lebih tinggi.

Sukses itu mungkin

Menurut Jack Welch, mantan CEO General Electric, apabila seseorang punya kepercayaan diri, punya keyakinan, baru orang tersebut akan bertindak. Ia tidak akan bertindak kalau tidak cukup yakin dan percaya diri. Sama juga dalam mengejar kesuksesan. Terlebih dulu kita harus yakin bahwa sukses ini mungkin diraih. Bob Wieland, berhasil menyelesaikan lomba marathon sejauh 42 kilometer. Sekali lagi, 42 kilometer. Yang mengagumkan adalah Bob tidak punya kaki, ya tidak punya kaki sama sekali. Bagaimana caranya? Ia menggunakan kedua tangannya untuk menopang dan mengayunkan tubuhnya menyusuri track lomba. Bisakah Anda bayangkan? Seorang tanpa kaki bergerak penuh perjuangan menyelesaikan lomba. Luar biasa! Pertanyaan saya, seandainya Bob tidak punya keyakinan yang sangat sangat kuat bahwa ia bisa berhasil, akankah Bob mau mengikuti lomba marathon? Dugaan saya, Bob bahkan tidak akan mendaftar seandainya ia tidak yakin. Kita perlu percaya bahwa keberhasilan bisa kita raih. Ini yang akan mendorong kita untuk akhirnya memulai melangkah mencapai tujuan.

Selalu ada tantangan berikutnya

Waktu saya kelas 6 SD, sukses itu artinya lulus ujian akhir SD. Setelah lulus dan masuk SMP (sekarang SLTP), saya masih harus berjuang. Kali ini definisi sukses berubah menjadi lulus ujian akhir SMP. Saya berhasil lulus dan masuk SMA. Kali ini definisi sukses kembali berubah. Sukses diartikan sebagai lulus ujian akhir SMA. Saya berjuang dan berhasil! Beberapa hari setelah lulus, definisi sukses segera berubah. Saya baru dikatakan berhasil apabila bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi. Sekali lagi, saya berhasil! Namanya perjuangan sukses ternyata tidak ada akhirnya. Saya segera menemukan definisi sukses yang baru. Kali ini sukses adalah bisa bertahan di bangku kuliah dan lulus tepat waktu. Dan saya pun berhasil! (Silahkan teruskan lagi sendiri ceritanya)

Saya yakin banyak di antara kita yang mengalami hal serupa. Satu hal pasti tentang sukses adalah setiap kali kita berhasil (sukses) menyelesaikan tantangan tertentu, pasti akan muncul tantangan berikutnya. Dimanapun kita berada, apapun tujuan hidup kita, pasti kita akan dihadapkan pada tantangan-tantangan baru. Ibaratnya kita bermain layangan. Kalau anginnya semakin kencang, dan kita berhasil memanfaatkan dorongan angin tersebut, layangan akan terbang semakin tinggi. Sama juga dengan tantangan dalam perjuangan mencapai kesuksesan. Semakin kita bisa menyelesaikan tantangan kita bisa mengubahnya menjadi pendorong yang membawa kita ke level kesuksesan yang lebih tinggi. Jadi apabila kita ingin semakin berhasil di dalam hidup, kita perlu melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh, bukan sebagai penghalang.

Selalu belajar untuk bisa menang atasi tantangan

Andrea Pirlo, pemain sepakbola legendaris AC Milan dan Juventus pernah dihadapkan pada situasi dimana ia harus menjadi eksekutor tendangan bebas, dan Ia seringkali gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Pirlo tidak diam dan menerima kondisi bahwa itulah batas kemampuan tendangan bebasnya. Ia belajar dari pemain lain yang menurutnya memiliki kemampuan mumpuni dalam eksekusi bola mati, Juninho Pernambucano. Pirlo menonton video Juninho, mencoba menemukan tekniknya, dan melatihnya terus menerus, sampai akhirnya ia berhasil menguasai teknik baru ini. Sekarang, Pirlo dikenal sebagai salah seorang eksekutor bola mati terhebat di dunia sepakbola.

Andrea Pirlo sadar betul bahwa untuk bisa menjawab tantangannya ia harus belajar dan menguasai hal baru. Prinsip ini berlaku untuk berbagai bidang kehidupan kita. Kita perlu mengembangkan diri kita melebihi tantangan yang kita hadapi. Dan ini bisa kita lakukan dengan terus belajar. Kita bisa upgrade diri, datang ke seminar-seminar, baca buku, dengarkan CD / kaset pengembangan diri, dengarkan masukan dari rekan atau atasan, investasi waktu untuk konsisten latihan, serta coba mengambil makna positif dan pembelajaran dari kesalahan kita. Jadikan ini sebagai kebiasaan kita, kebiasaan untuk berkembang terus menerus.

Success is never final. Oleh karena itu, terus yakinkan diri bahwa kesuksesan itu mungkin, siap dengan setiap tantangan baru yang muncul, dan selalu belajar dan upgrade diri agar kita bisa meraih sebanyak mungkin keberhasilan dalam hidup kita.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

1 thought on “Success is Never Final”

Leave a Comment