Say YES to Your Potential

Pusta Hery Kurnia - Say Yes to Your Potential

Dahulu kala, hiduplah seorang kakek bijak dengan cucunya. Sambil memegang sebuah biji aple, kakek bertanya “Cu, apa yang kamu lihat di biji ini?” Cucu menjawab “aku melihat satu biji apel berwarna coklat gelap kek”. “Aku tau Cu. Kakek melihat ada hal yang lain. Kamu tau apa itu?” tanya kakek. “Hmm.. apa ya.. aku cuma lihat satu biji apel kek. Memang ada yang lain?” Jawab cucu. “Ya cu, dengarkan kakek”. Kakek menjawab “Kakek melihat, di dalam biji apel ini ada satu pohon apel. Di dalam satu pohon apel, ada ratusan buah apel. Di dalam ratusan buah apel, ada ribuan biji. Di dalam ribuan benih, ada ribuan pohon. Ribuan pohon bisa menghasilkan puluhan ribu buah, ratusan ribu biji, dan seterusnya. Jadi, di dalam satu biji apel kecil ini, terkandung potensi puluhan ribu buah apel, bahkan lebih.

Sahabat, sama halnya dengan biji apel. Di dalam diri Anda, terkandung potensi yang luar biasa besar. Anda tidak pernah tau suatu ketika nanti akan jadi apa, atau hal besar apa yang terjadi nanti gara-gara Anda. Mungkin anda akan jadi guru atau dosen yang hebat yang menciptakan siswa-siswa handal, penulis terkenal yang menginspirasi orang untuk maju, pengusaha sukses yang menciptakan banyak lapangan kerja. Kita tidak tau. Tetapi yang pasti semua potensi itu ada di dalam diri Anda.

Hari ini saya akan share tiga cara bagaimana Anda bisa membangkitkan potensi tersebut dan mewujudkannya.

Pertama, Anda harus berkata “Ya” pada potensi Anda

Sepuluh tahun yang lalu, saya punya hubungan yang sangat dekat dengan seorang gadis. Belum berpacaran. Suatu hari, saya bilang sama dia “maukah kamu jadi pacarku?”. Dia ucapkan satu kata sederhana. “Ya”. Saya rasakan perasaan senang dan bahagia. Begitu dia bilang ya, perasaan cinta dalam hati semakin besar dan besar, semakin bertumbuh. Setiap hari, kami terus memupuk perasaan itu bersama. Hingga tak terasa, sekarang kami sudah membina rumah tangga dan dikaruniai seorang anak. Cinta kami semakin bertumbuh diawali oleh satu kata “ya.

The power of Yes. Begitu juga dengan potensi Anda. Dengan berkata ya pada potensi Anda, Anda memberi ijin potensi itu untuk terus bertumbuh semakin besar. Mengatakan ya pada potensi Anda berarti Anda berani punya impian, Anda begitu yakin bahwa Anda bisa capai impian tersebut, sehingga Anda mengijinkan diri untuk berjuang melakukan sesuatu hingga impian tersebut tercapai.

Berapa banyak orang yang selalu mengatakan tidak pada potensinya. Mereka biasa bilang “saya memang tidak berbakat”, “saya paling tidak bisa yang beginian”, “saya hanya lulusan kampus tidak terkenal, mana bisa sukses”, “saya masih terlalu muda, mana bisa pimpin project ini”, dan seterusnya. Banyak orang terus menerus menolak potensi dalam diri mereka. Padahal, langkah awal agar potensi itu bisa punya peluang untuk terus berkembang adalah, Anda mengatakan Ya pada potensi Anda.

Kedua, Anda harus mengeluarkan potensi tersebut melalui action.

Bagaimana caranya biji apel ini bisa bertumbuh? Ya. Meskipun anda tahu biji ini bisa tumbuh menjadi pohon. Anda mengatakan ya pada potensinya, biji apel ini tidak akan bertumbuh begitu saja. Satu-satunya cara untuk membuatnya benar-benar tumbuh menjadi sebuah pohon adalah dengan menanamnya.

Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar, mengatakan vision without execution is hallucination. Meskipun Anda tau bahwa Anda punya potensi yang besar. Orang bilang “wah, kamu bakat ini ya.. kamu bakat itu ya..” Anda tau dengan jelas impian Anda apa, tetapi kalau Anda tidak mengambil tindakan untuk mewujudkannya, semua itu hanya sia-sia.

Keluarkan potensi dalam diri Anda dengan mengambil tindakan. Tindakan apa? Tindakan yang fokus, spesifik mendukung potensi atau impian Anda. Jika Anda ingin jadi seorang dosen yang hebat, jangan habiskan waktu Anda untuk bermain game, atau membaca berita gossip yang tidak mendukung. Gunakanlah waktu untuk bersosialisasi, buat network dengan dosen-dosen senior, belajar dari pengalaman mereka, coba dan kembangkan berbagai metode pengajaran yang efektif, serta tingkatkan keterampilan akademis.

Ketiga, Anda harus persisten. Lakukan terus sampai berhasil.

Tahun 1986, Lomba marathon berjarak 42km di New York. Bob Wieland, seorang veteran perang Vietnam mengikuti lomba tersebut. Ia kehilangan kedua kakinya terkena ranjau di medan perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya ke depan. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah2 gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit ! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!”

Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.

Persistensi, terus berjuang, menolak untuk berhenti akan membawa Anda pada potensi Anda, mengantarkan Anda pada impian dan cita-cita Anda.

Sahabat, katakan ya pada potensi Anda, katakan ya pada potensi Anda, katakan ya pada potensi Anda. Hanya dengan inilah Anda bisa action dan terus berjuang, hingga potensi dan impian Anda bisa benar-benar terwujud.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Leave a Comment