Mengambil Kendali Penuh atas Diri Anda

Pusta Hery Kurnia - Good and Bad Dog

Di suatu desa, hiduplah seorang kakek bijak yang dikenal banyak mengetahui rahasia kehidupan. Suatu hari, datanglah seorang pemuda kepadanya. “Kek, saya merasa di dalam diri saya seperti ada dua ekor anjing. Satu anjing baik dan satunya anjing jahat. Setiap hari, dua anjing ini selalu berkelahi. Kalau anjing yang baik menang, ia yang membuat keputusan. Sebaliknya, kalau anjing jahat menang, ia yang memerintah. Apa yang harus saya lakukan supaya anjing baik selalu menang?” Si kakek dengan tenang menjawab “Sederhana anakku, teruslah memberi makan anjing yang baik supaya ia jadi jauh lebih kuat dari yang jahat”.

Seberapa banyak di antara Anda yang “dikuasai” oleh anjing jahat dalam diri kita? Mungkin Anda berkata “ah, bukan saya itu. Saya baik-baik saja”. Tetapi coba lihat apa yang kita lakukan seminggu terakhir. Lebih banyak mana yang kita lakukan, mengeluh dan mengkritik yang terjadi atau memberikan apresiasi dan pujian, melihat potensi kalah/rugi atau melihat peluang menang/untung, gunakan waktu untuk ngomong jelek soal atasan atau memilih fokus bereskan kerjaan sendiri, atau yang paling sederhana, memasang muka cemberut di pagi hari atau memberikan senyum penuh energi kepada sekeliling kita? Jika Anda lebih banyak melakukan hal yang negatif, tidak produktif, berarti diri Anda dikuasai oleh anjing jahat. Entah Anda sadar atau tidak.

Ada kabar buruk dan kabar baik untuk kondisi ini. Kabar buruknya, Anda sudah mengarahkan diri Anda ke kehidupan yang negatif. Beberapa rekan mungkin sakit hati dengan Anda, boss Anda mulai kehilangan kepercayaan, produktivitas kerja pun biasa-biasa bahkan cenderung tidak maksimal. Kalau ini terus-terusan terjadi, Anda akan kehilangan kendali total atas kehidupan Anda, dan perlu usaha yang sangat keras untuk bisa bangkit kembali.

Sekarang kabar baiknya. Good newsnya, Anda punya peluang untuk mengendalikan kembali kehidupan Anda ke arah positif. Anda bisa menciptakan kebahagiaan bagi orang-orang di sekeliling, membuat atasan percaya, serta mencapai hasil maksimal dalam pekerjaan. Caranya? Terus beri makanan pada anjing yang baik. Ya, Anda harus secara sengaja, secara sadar terus menerus memberi makanan agar anjing yang baik semakin kuat dari hari ke hari. Supaya ada saatnya anjing baik menjadi cukup kuat untuk mulai mengambil alih kehidupan Anda dari anjing jahat.

Dua langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengambil kendali hidup Anda dari si jahat. Langkah pertama, stop sumber makanan untuk anjing jahat. Begini, anjing jahat ini punya sumber makanan yang melimpah dalam kehidupan. Ia bisa makan dari apa saja yang sifatnya negatif. Pertama, berita negatif seperti kabar begal, demo, perkosaan, gosip, perpecahan termasuk makanan favoritnya. Kedua, perkataan diri Anda atau orang lain yang negatif pun juga jadi makanannya. Saat Anda bilang “saya memang orangnya begitu, saya sedih, saya bodoh, saya ga bisa, malu, susah sekali ya, menyebalkan sekali sih” dan seterusnya, secara tidak sadar Anda memberikan makanan favorit bagi anjing jahat lho. Atau ketika ada orang yang bilang ke Anda “males banget hari ini ya, boss yang satu ini memang menyebalkan, bakal susah nih ke depannya, dodol banget sih kamu, gitu aja ga bisa” dan seterusnya, anjing jahat dapat makanan gratis dari rekan Anda. Ketiga, ini yang juga penting diperhatikan, ketika Anda diam (melamun, tidak beraktivitas) pikiran Anda mulai memproduksi pikiran negatif, dan ini bisa jadi makanan untuk si jahat. Misal, Anda pulang naik motor dari kantor, karena saking biasanya lewat jalur pulang, Anda tidak perlu berpikir, sudah otomatis. Anda diam sepanjang perjalanan dan pikiran Anda mulai melayang, cenderung ke hal-hal yang negatif. Anda mulai memikirkan bagaimana hari ini begitu menyebalkan, masalah yang terjadi di kantor, merasa diri salah, kurang dan seterusnya. Secara tidak sadar Anda memberikan makanan kepada anjing jahat.

Jika Anda ingin kembali hidup positif, segera stop, hentikan sumber makanan ini. Stop nonton, baca, atau dengarkan hal yang negatif. Sebisa mungkin hilangkan sumber negatif tersebut. Stop baca berita negatif, stop dengarkan atau nonton berita tentang perampokan, pemerkosaan, demo dsb. Kalau tidak bisa distop, minimal dikurangi porsinya. Ada beberapa orang mengatakan “trus bagaimana dong, masa saya tidak mengikuti perkembangan informasi?”. Justru itu rekan-rekan, tidak semua informasi itu baik dan perlu kita terima. Kita perlu menyaring informasi yang masuk. Pilih yang (1) sesuai/mendukung pencapaian sasaran kita (2) memberikan energi positif, membuat kita semangat, membuat kita lebih bersyukur (3) membangun kita jadi pribadi yang lebih baik. Hindari juga lingkungan yang negatif, rekan yang ngajak gosip terus. Jika lingkungan kita sudah mulai menarik Anda ke hal-hal yang negatif seperti ngomongin atasan, melihat yang susah-susah, mengeluh dan seterusnya, tinggalkan saja semua itu. Terakhir, hindari Anda diam melamun tanpa berpikir yang akhirnya mengundang pikiran negatif.

Langkah kedua, mulai beri makanan bagi anjing baik. Anjing yang baik hidup dari segala hal positif yang terjadi dan masuk ke pikiran Anda. Pertama, berita positif. Penuhi hari Anda dengan kabar baik / berita positif. Progres yang sudah dilakukan pemerintah, progres yang diraih anak kita di sekolah, keberhasilan rekan di kantor, dan keberhasilan kita untuk konsisten datang lebih awal. Tonton acara-acara tv yang positif dan membangun, baca berita yang positif, baca buku-buku yang positif (buku-buku karangan Dale Carnegie, David Shwartz, Napoleon Hill, Anthony Robbins, dll), dengarkan siaran radio yang positif. Cirinya sederhana, berita/informasi positif akan membuat kita lebih semangat, berenergi, bertumbuh secara mental dan pikiran atau bersyukur. Pilihlah sumber informasi yang seperti ini.

Kedua, cari lingkungan positif. Bergabunglah dalam komunitas yang membuat Anda semakin percaya diri, mendorong visi Anda ke depan, memberikan masukan positif bagi perkembangan Anda. Jika Anda orang yang ingin mengembangkan keterampilan public speaking, daripada Anda cerita ke rekan Anda yang negatif dan mereka bilang “Buat apa belajar public speaking, kita toh sudah bisa bicara tanpa belajar, toh kamu ga akan jadi MC kan”, mending Anda bergabung ke komunitas seperti Toastmaster. Di situ Anda akan ketemu dengan orang-orang yang sama-sama ingin belajar, saling kasih semangat dan mengarahkan untuk berhasil. Cari komunitas seperti itu.

Ketiga, lakukan self talk positif. Self talk adalah ketika kita berbicara dengan diri sendiri. Ada yang bilang “kaya orang gila dong”. Haha.. Bukan yang seperti itu. Kita semua juga lakukan ini ko. Ketika Anda kuliah, dosen hendak menunjuk mahasiswa untuk menjelaskan, dan Anda berkata dalam hati “jangan saya.. jangan saya..”, itu namanya Self Talk. Ketika Anda hendak bertanding main bola dan berkata dalam hati “hari ini pasti menang, pasti menang” ini namanya self talk. Apapun bentuknya, ketika Anda bicara dengan diri Anda, inilah yang dinamakan self talk. Ada juga yang menyebut pep talk, afirmasi, atau incantation. Lakukan self talk positif yang membuat Anda jauh lebih bersemangat dan berenergi. Ucapkan “saya bisa, saya berjalan dengan penuh energi, saya disiplin, saya bukan pemalas melainkan orang yang rajin dan gigih, terimakasih Tuhan, saya bersyukur bisa tinggal di negeri ini, saya kagum dengan Indonesia” dan kata-kata positif lainnya. Self talk yang positif bukan hanya akan membersihkan “pikiran negatif” dalam diri Anda, tetapi juga memberikan energi besar supaya Anda bisa melangkah, berlari dan mencapai sasaran Anda.

Jadi sahabat, rekan-rekan, lakukan dua hal berikut: stop berikan makanan negatif, beri masukan positif. Anda bukan hanya membuat anjing baik menang atas si jahat, yang paling penting Anda akan mengambil kendali penuh atas diri Anda dan mengarahkannya ke kehidupan yang jauh lebih positif, bermakna dan berhasil.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Leave a Comment