Hugo Chavez Meninggal Dunia

Image

Seorang tokoh anti-Amerika yang sangat populer di dunia dan vokal, Hugo Chavez, meninggal dunia kemarin (6 Maret 2013 dini hari waktu Indonesia). Presiden Venezuela itu meninggal pada usia 58 tahun akibat penyakit kanker yang dideritanya selama dua tahun terakhir.

Chavez terkenal ke seluruh dunia karena menjadi penentang utama imperialisme. Dia tidak segan mengkritik negara Barat (terutama Amerika Serikat) yang dianggapnya menerapkan standar ganda.

Sementara di dalam negeri ia dikenal sebagai tokoh konfrontatif dan dominan. Ia juga memiliki kemampuan bicara yang menghipnotis rakyatnya hingga dikenal sebagai seorang komunikator yang mahir membangkitkan rasa nasionalisme. Lebih dari itu Chavez merupakan sosok yang populer di kalangan kaum miskin. Ini mungkin karena ia berasal dari keluarga miskin.

Hugo Chavez lahir di Sabaneta, Venezuela, pada 28 Juli 1954. Kedua orangtuanya, Hugo de los Reyes Chávez dan Elena Frías de Chávez adalah guru yang bekerja di desa kecil Los Rastrajos. Kedua orangtuanya hidup miskin dan karena mereka memiliki tujuh orang anak, Chavez dan kakaknya, Adan, akhirnya dibesarkan neneknya, Rosa Inez Chavez.

Chavez pernah menggambarkan bagaimana masa kecilnya. Menurutnya, masa kecilnya miskin tetapi sangat bahagia. Ia juga menyebutkan menjalani kehidupan dengan kerendahan hati, miskin, sakit, kadang-kadang tak memiliki sesuatu untuk dimakan dan mengalami ketidakadilan di dunia.

Pada pertengahan dekade 1960-an ia beserta kakak dan neneknya pindah ke Barinas di mana ia melanjutkan sekolah ke satu-satunya SMA di kota itu, Daniel O’Leary High School. Setelah lulus SMA ia melanjutkan ke pendidikan militer di Venezuelan Academy of Military Sciences, Caracas.

Karier militernya dimulai tahun 1976. Pada tahun 1980-an ia membentuk gerakan bersama kelompok perwira militer bernama Simon Bolivar. Gerakannya menemukan momentum ketika Presiden Venezuela saat itu, Carlos Andres Perez, membuat kebijakan menaikkan harga bensin dan pengetatan ekonomi yang ditentang rakyatnya. Bahkan sampai terjadi kerusuhan yang menewaskan ratusan orang.

Tak tahan dengan kondisi itu Chavez dengan sekitar 5.000 tentara melakukan kudeta berdarah pada 4 Februari 1992. Tapi kudetanya gagal. Ia melakukan kudeta kedua tujuh bulan kemudian yang juga gagal. Ia dipenjara. Di dalam penjara, Chavez membentuk partai bernama Gerakan Republik Ke-5 (Movement of the Fifth Republic). Setelah mendapat pengampunan ia memulai karier politiknya. Dan pada Pemilu 1998 akhirnya ia terpilih jadi Presiden Venezuela.

Dalam masa pemerintahannya selama 14 tahun, tak begitu mulus. Ia pernah dikudeta pada tahun 2002. Di bawah tekanan militer yang mengkudetanya ia diminta mengundurkan diri. Akhirnya Chavez menyatakan mundur dan Pedro Carmona diangkat sebagai presiden sementara. Tetapi, Jaksa Agung Venezuela (Isaias Rodriguez) menyatakan bahwa penunjukan Pedro Carmona inkonstitusional. Ia menandaskan bahwa Presiden Venezuela tetap Hugo Chavez.

~ www.andriewongso.com

Leave a Comment