Bagaimana Meraih Hasil Maksimal dalam Kehidupan

Ada cerita menarik dari satu buku yang saya baca. Di satu kampung, hiduplah seekor tikus. Ia selalu ketakutan ketika bertemu kucing. Ia pun berdoa kepada Tuhan. “Tuhan, jadikan aku seekor kucing, agar tidak perlu merasa takut lagi”. Tuhan segera mengabulkan permohonannya, tikus pun berubah menjadi kucing. Ia merasa senang sekali. Pikirnya, ia aman sekarang. Suatu ketika ia berpapasan dengan seekor anjing, ia pun lari ketakutan. Sambil bersembunyi, ia berdoa penuh harap kepada Tuhan. “Tuhan, jadikan aku seekor anjing, supaya tidak perlu takut lagi”. Tuhan maha baik. Ia mengabulkan permohonan si tikus. Tikus pun segera berubah menjadi anjing tergagah di kampung tersebut. Dengan sombong ia berjalan berkeliling kampung dan masuk ke hutan.

Pusta Hery Kurnia - Tiger

Betapa terkejutnya ia ketika berhadapan dengan seekor harimau besar yang menakutkan. Si tikus dalam wujud anjing pun segera berlari terbirit-birit. Dengan napas tersengal-sengal ia memohon kepada Tuhan untuk menjadikannya seekor harimau yang lebih besar. Kali ini Tuhan berkata lain “Hai Tikus, percuma saja kau kuubah menjadi kucing, anjing, atau bahkan harimau kalau hati dan jiwamu tetap seperti tikus! Lebih baik kalau wujudmu tikus, tetapi hati dan jiwamu harimau!”.

Seringkali kita berharap agar kita bisa mendapatkan berbagai fasilitas yang dimiliki orang-orang di sekitar kita. Kedudukan, keterampilan, uang, penghargaan, kekuasaan, dan lain-lain. Pola pikir kita “seandainya kita punya ini.. maka kita akan bisa melakukan ini..“ Tanpa sadar kita terjebak dalam mentalitas tikus yang selalu menginginkan fasilitas sebelum menunjukkan kualitas lebih. Padahal, dalam keseharian kita segala fasilitas itu akan datang menyusul sesuai dengan kualitas yang kita tunjukkan. Sikap mental seperti tikus hanya akan membuat kita berhenti pada tingkat pencapaian tertentu. Lebih baik kita mulai mengisi diri kita dengan keyakinan dan sikap mental yang lebih besar.

Terlepas dari kondisi kita saat ini, marilah kita bertindak dan berpikir layaknya orang-orang besar. Meskipun kita masih staf, kita berpikir dan bertindak layaknya supervisor, manager atau bahkan direktur. Meskipun masih sales baru, pola pikir dan tindakan kita mencerminkan diri sales yang senior dan sukses. Meskipun baru membuka usaha, tetapi standar servis kita sama dengan standar perusahaan-perusahaan besar.

Sekali lagi, pilihlah sikap mental dan keyakinan yang besar, hasil maksimal pasti bisa kita raih.

Oleh: Pusta Hery Kurnia

Leave a Comment